Peran Seorang Ibu
Sebuah keluarga yang tidak teratur, berantakan, porak poranda, sebagaimana anak berani terhadap kedua orang tua, salah pergaulan sehingga perilaku nya pun menyimpang seperti yang dilakukan kebanyakan anak muda sekarang, minum minuman keras, pemakaian obat terlarang (narkoba/ekstasi), hamil diluar nikah, pemerkosaan, dsb. Jika terjadi demikian siapa yang mau disalahkan? anaknya kah? temannya kah? atau lingkungannya kah? silakan mencari kambing hitam.
Mau tidak mau, seorang ibu secara otomatis turut disalahkan. Mengapa demikian? mari kita ulas kronologis kejadiannya beberapa tahun silam...
Rasulullah saw telah bersabda, bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu adalah pemimpin anak-anaknya diwaktu kecil dimana masa-masa itu penting untuk membentuk karakter seseorang saat dewasa. Penanaman rasa tanggung jawab, komitmen, kasih sayang, kebiasaan sehari-hari berawal dari masa ini. jika seorang anak sampai salah pergaulan sehingga anak menjadi liar, itu membuktikan seorang ibu gagal dalam mendidiknya. Jika ibu menjawab, "kok saya yang disalahkan? saya gak mengajari untuk jadi demikian? jadi jangan salahkan saya dong!"
Memang bu, Anda tidak mengajari anak anda untuk berbuat jahat dan macam-macam, tetapi... anda membiarkan anak anda di didik oleh orang lain / lingkungan yang buruk, mengapa demikian? karena Anda sibuk bekerja mencari duit yang sebenarnya menjadi kewajiban seorang ayah.
dalam mendidik anak disini, sekecil apapun sikap yang diambil ibu terhadapnya sangat mempengaruhi karakternya. Anak yang selalu dimanja, dan cengeng, ini salah satunya dikarenakan ibu selalu megunggapkan / berkata " sayang... sayang... uh! yang nakal siapa? uh! ini nya dipukul ya! uh!" hanya agar anak tidak berkelanjutan menangis. Sebetulnya anak berusaha untuk tidak menangis, tapi karena mendegar perkataan si ibu tadi sehingga merasa dikasihani dan mendapat pembelaan, anak jadi lemah dan seakan-akan mendukung dia untuk menangis. Jika pendidikan semacam ini dilajutkan, maka lama-lama akan membentuk seorang anak yang cengeng, lemah mental, suka mengadu dan mengkambinghitamkan orang lain. Mau punya anak berkarakter seperti itu bu?? itu hanya contoh kecil saja. Masih banyak contoh-contoh sikap lain yang sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak. jadi memang seorang ibu dituntut cerdas dan mengetahui psikologi anak, hmm... tidak harus sekolah psikologi kok bu... bisa dipelajari dari berbagai sumber. :)
Poin kedua, selain pembiasaan yang mendidik juga pengenalan Alqur'an secara intens dan nyata. Mulai dari kecil, anak dimengertikan dengan qur'an dan dituntun untuk menghafalnya. semakin banyak ilmu yang dia hafal akan semakin mencerdaskan otaknya dan masa-masa perkembangan / pertumbuhannya, dia akan tumbuh menjadi anak yang cerdas secara mental (hati) dan otaknya. akibatnya diwaktu dewasanya dia bisa memilih dan memilah, jalan mana yang harus dia ambil meskipun harus melalui masa-masa peyimpangan (TOP DOG PHENOMENON), dalam masa ini orang tua harus mengerti harus berperan bagaimana, tetap mengawasi dan tunjukkan kasih sayang anda.
Begitu ibu-ibu, kurang dan lebihnya saya mengucapkan terimakasih. semoga ada kebaikan didalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar